Minggu, 16 September 2012

Harita Prima Bangun Smelter Bauksit di Kalbar

PT Harita Prima Abadi Mineral akan membangun smelter bauksit pada 2013 guna menenuhi kewajiban perusahaan tambang untuk mengolah mineral mentah. Demikian disampaikan oleh Ian S. Soeryadipoera, Senior Manager Development Harita Prima, Kamis (13/9). “Harita akan mendirikan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Konstruksi pabrik itu akan dimulai pada Januari 2013,” katanya. Pembangunan smelter bauksit itu diperkirakan menelan investasi hingga sebesar US$2,2 miliar. Sumber pendanaan untuk proyek ini, sebesar 30% berasal dari induk usahanya Harita Group, sebesar 10% dari Winning Investment Company dan 60% dari China Hongqiao Group Ltd. Harita Prima merupakan perusahaan patungan antara Harita Group dengan kepemilikan 25% dan PT Cita Mineral Investindo yang memegang 75% saham. Pekerjaan engineering design dan studi kelayakan proyek tersebut sudah dilakukan. Proyek pembangunan smelter ini akan dikerjakan dalam empat tahap. Tahap pertama, dengan kapasitas bauksit yang dihasilkan sebanyak 1 juta ton per tahun akan rampung awal 2015. Selanjutnya, tahap kedua, ketiga dan keempat, secara berurutan diperkirakan tuntas pada 2017, 2019, dan 2021. “Pada 2021, pabrik smelter tersebut bakal menghasilkan total 4 juta ton alumina saban tahun,” kata Ian. Harita Prima memiliki luas konsesi pertambangan bauksit seluas 350.000 hektare yang terpecah dalam 26 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Barat. Perusahaan ini sudah berproduksi sejak 2005. Selama ini, bijih bauksit langsung diekspor dalam bentuk mentah. Namun, dengan adanya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 tahun 2012 yang melarang ekspor mineral mentah, Harita pun mengikuti amanah beleid itu dengan membangun smelter. Cadangan sumber daya bauksit milik Harita di konsesi tersebut mencapai 1,2 miliar ton dan cadangan terbukti mencapai 500 juta ton. Dengan cadangan terbukti 500 juta ton, usia ekonomis pabrik smelter akan mencapai 30 tahun. Rata-rata produksi bijih bauksit di lahan konsesi Harita Prima mencapai 8-10 juta ton per tahun. Selama ini, Harita Prima mengekspor produksinya ke Cina. (*)

Tidak ada komentar: